Ilmu Pariwisata Di Indonesia

Upaya untuk mewujudkan pariwisata sebagai disiplin ilmu mandiri di Indonesia, menempuh jalan yang sangat berliku dan panjang. Setelah melalui berbagai usaha, akhirnya sampai pada Deklarasi Agustus 2006 yang menetapkan pariwisata sebagai disiplin ilmu mandiri di Indonesia dengan alasan-alasan sebagai berikut :

Logo Pariwisata Indonesia

Pertama, pariwisata mempunyai peran penting bagi bangsa dan negara Indonesia, yang meliputi aspek sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan. Kemudian ke depan peran pariwisata diprediksi akan semakin besar, karena pariwisata akan menjadi industri terbesar di dunia.

Kedua, dari prespektif filsafat, ilmu pariwisata memiliki basis yang kuat sebagai ilmu mandiri, karena syarat-syarat ontologis, epistemologis, dan aksiologis sudah dapat dipenuhi dengan baik.

Ketiga, pengalaman sejarah menunjukan bahwa kelahiran suatu cabang ilmu yang baru, selalu diwarnai oleh perdebatan pro-kontra.

Keempat, untuk mengembangkan pariwisata tidak cukup dengan pendidikan vokasional yang ada saat ini, karenanya memerlukan pendidikan yang bersifat akademik dan profesi.

Saat ini di Indonesia telah disepakati 3 (tiga) cabang dari disiplin ilmu pariwisata, yaitu: Pengembangan Jasa Wisata, Organisasi Perjalanan,dan Kebijakan Pembangunan Pariwisata.

Dari ketiga cabang disiplin ilmu pariwisata tersebut, teridentifikasi 10 (sepuluh) anak cabang atau ranting yang dapat dikembangkan melalui 6 (enam) program studi, baik pada jenjang S1, S2 maupun S3.

Kesepuluh anak cabang tersebut adalah : Akomodasi; Restoran & Katering; Konvensi, Insentif dan Pameran; Impresariat, Atraksi (termasuk Objek dan Daya Tarik Wisata); Perjalanan & Transportasi Wisata; Kajian Kepariwisataan; Informasi dan Komunikasi Pariwisata; Pemasaran Pariwisata; dan Perencanaan dan Pengelolaan Destinasi.

Untuk lebih memperluas dukungan dari masyarakat dan pengakuan dari Pemerintah Indonesia, maka pada tanggal 13 Pebruari 2008 telah diadakan rapat konsultasi antara pengurus HILDIKTIPARI, Kementerian Kebudayaan Dan Pariwisata RI, dan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Nasional RI, yang hasilnya Mendukung Pariwisata Sebagai Ilmu Mandiri Di Indonesia.

Disamping itu pula peserta rapat konsultasi tersebut bersepakat mendorong agar supaya segera membuka program S1 pariwisata di seluruh Indonesia. (Editor : Rafans Manado),-

2 responses to “Ilmu Pariwisata Di Indonesia

  1. Terima kasih atas postingannya. Saya dapat pengetahuan lagi nih !

  2. @ Karel B : Sama2 terima kasih kembali untuk Anda…

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s