Indonesia & Kode Etik Pariwisata Dunia

Indonesia termasuk salah satu anggota dari organisasi pariwisata dunia yang bernama UNWTO (United Nations World Tourism Organization).

Republik Indonesia

Karena itu Indonesia telah mengadopsi Kode Etik Pariwisata Dunia (Global Code of Tehics For Tourism) yang dibuat oleh organisasi PBB (Perserikatan Bangsa – Bangsa) yang khusus menangani kegiatan pariwisata dunia.

Kode Etik Pariwisata Dunia terdiri atas 10 (sepuluh) pasal, yakni sebagai berikut : 

  1. Kontribusi kepariwisataan untuk membangun saling pengertian dan saling menghormati antar penduduk dan masyarakat.
  2. Kepariwisataan sebagai media untuk memenuhi kebutuhan kualitas hidup baik secara perseorang maupun secara kolektif.
  3. Kepariwisataan sebagai faktor pembangunan berkelanjutan.
  4. Kepariwisataan sebagai pemakai warisan budaya kemanusiaan serta sebagai penyumbang pengembangan warisan budaya itu sendiri.
  5. Kepariwisataan adalah kegiatan yang menguntungkan bagi masyarakat dan negara penerima wisatawan.
  6. Kewajiban para pemangku kepentingan pembangunan kepariwisataan.
  7. Hak dasar berwisata.
  8. Kebebasan bergerak wisatawan.
  9. Hak para pekerja dan pengusaha dalam industri pariwisata.
  10. Pelaksanaan prinsip-prinsip Kode Etik Kepariwisataan Dunia.

Setiap negara yang telah menandatangani kesepakatan tersebut tentunya oleh UNWTO diharapkan agar dapat menjalankan semua pasalnya.

Indonesia bukan cuma mengadopsi Kode Etik Pariwisata Dunia, akan tetapi juga sudah mampu untuk menerapkannya. Hal ini dilihat dari sisi penguatan hukum melalui perundang-undangan dan implementasi di lapangan. Kemampuan utama Indonesia, adalah adanya sensitifitas terhadap lingkungan. Etika lingkungan berjalan sangat baik, seperti di Bali dimana pantai dan hutannya sangat terjaga.

Mantan Menteri Kebudayaan Dan Pariwisata Republik Indonesia (Menbudpar RI) – Jero Wacik menjelaskan, bahwa Indonesia menjadi anggota dan bergabung dengan UNWTO, yakni sejak organisasi ini berdiri. Adapun alasan mengapa Indonesia menjadi anggota dan bergabung dalam organisasi UNWTO, adalah : karena sektor pariwisata menjadi salah satu andalan perekonomian Indonesia.

Ada sebanyak 155 negara yang terdaftar sebagai anggota UNWTO dimana semuanya telah mengadopsi Kode Etik Pariwisata Dunia. Namun ada pula beberapa di antaranya tidak menerapkan kode etik tersebut secara nyata di lapangan. Masih banyak pelanggaran-pelangaran yang dilakukan, yakni antara lain berupa eksploitasi anak dan perempuan dalam penyelenggaraan kegiatan kepariwisataan.

Negara-negara anggota UNWTO yang mengadopsi Kode Etik Pariwisata Dunia diberi tanggungjawab secara mandiri dalam penerapannya di lapangan. Pengapdosiannya pun berbeda-beda dari setiap negara anggota UNWTO. Ada negara yang mencantumkannya dalam undang-undang kepariwisataannya dan ada juga yang hanya menyelipkannya dalam undang-undang atau aturan lain yang berkaitan dengan kepariwisataan negara tersebut.

Tidak ada persyaratan khusus yang sifatnya mengikat, karena prinsipnya menjadi anggota UNWTO adalah bersifat sukarela. Kode Etik Pariwisata Dunia dibuat dengan maksud dan tujuan untuk memajukan bidang pariwisata dunia, salah satunya adalah dalam upaya memberikan pelayanan terbaik dan perlindungan kepada setiap wisatawan yang berkunjung ke suatu negara. (Editor : Rafans Manado – dari berbagai sumber),-

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s