Pariwisata Kota Manado Dan Trafiking

Oleh : N. Raymond Frans,-

(Akademisi Pemerhati Pariwisata)

Pembangunan dan pengembangan pariwisata yang di pacu oleh Pemerintah Kota Manado sejak tahun 2000 hingga saat ini dan yang akan datang, diyakini menjadi suatu industri masa depan yang besar dan berdampak luas bagi masyarakat dan Kota Manado sendiri.

Manado Kota Model Ekowisata (MKME)

Sebagai industri yang bersifat multi-dimensi, multi-sektoral, multi-disipliner, dan memiliki ranah internasional; pariwisata Kota Manado telah menjadi penyumbang utama terhadap pendapatan asli daerah (PAD) dan pembangunan ekonominya.

Ditengah-tengah pesatnya pelaksanaan pembangunan dan pengembangan pariwisata Kota Manado, tidaklah dapat dipungkiri bahwa masih ada banyak pihak yang belum memahami bagaimana seharusnya melakukan perencanaan maupun pengelolaan yang baik untuk memaksimalkan keuntungan dari pembangunan dan pengembangan pariwisata Kota Manado. Akibatnya, tidak sedikit destinasi wisata harus menghadapi berbagai penyakit yang disebabkan oleh aktivitas wisatawan baik wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara dan wisatawan lokal yang datang berkunjung di Kota Manado.

Dampak buruk dari pelaksanaan pembangunan dan pengembangan pariwisata secara umum, antara lain adalah kemiskinan, pengangguran, urbanisasi, kesenjangan sosial, degradasi kebudayaan,  lingkungan, serta trafiking termasuk eksploitasi seksual.

Suatu destinasi wisata kerap dipenuhi oleh wisatawan mancanegara dan nusantara juga lokal yang mencari kesenangan tidak hanya dari atraksi-atraksi pariwisata yang dimiliki oleh suatu daerah tujuan wisata, akan tetapi juga mencari kesenangan seksual dari bisnis prostitusi yang dilakukan oleh para mucikari yang berkeliaran di daerah tujuan wisata.

Walau bukanlah data sebenarnya di lapangan, mengingat trafiking merupakan fenomena puncak gunung es, namun tercatat dari 3.127 korban trafiking,  68% di antaranya adalah perempuan dewasa dan 25%-nya adalah anak. Para perempuan korban eksploitasi seksual (yang dilacurkan) pada umumnya dipekerjakan sebagai penyedia jasa seks bagi para wisatawan (mancanegara, nusantara, dan lokal). Sebagian dari mereka yang terpaksa melakukannya karena alasan desakan ekonomi (kemiskinan) dan rendahnya pendidikan serta tidak tersedianya lapangan kerja dan sebagian lainnya karena dijebak dan diperdagangkan.  

Trafiking menjadi kejahatan dengan keuntungan yang sangat besar. Para perempuan dan anak yang diperdagangkan dan dieksploitasi biasanya bekerja pada sektor penyedia jasa layanan industri pariwisata, seperti pekerja kasar di restoran dan rumah makan serta akomodasi (hotel dan penginapan) dan lainnya. Bahkan ada dari mereka yang ditargetkan sebagai obyek bagi wisatawan dalam wisata seks, yang hingga kini keberadaannya masih dianggap ilegal dan dilarang oleh pemerintah.

Anak-anak yang bekerja secara tidak resmi di industri pariwisata selalu dipekerjakan tanpa memperhatikan hak-hak mereka sebagai anak, seperti upah yang sangat rendah, jam kerja tak terbatas, pekerjaan yang membahayakan, mengabaikan pendidikan dan kesempatan bermain, dan lain sebagainya. Sedangkan perempuan (dewasa dan anak) yang diperdagangkan kebanyakan terjebak di bisnis prostitusi kotor.

Di Bali telah lama dikenal adanya jaringan pedofil internasional sebagai destinasi seks bagi predator anak. Di Indramayu, Batam, dan sekitar Puncak terdapat istilah jual-beli perawan yang dijajakan bagi para wisatawan baik mancanegara, nusantara, dan lokal.

Untuk mengurangi dampak buruk yang berkelanjutan di obyek-obyek wisata Kota Manado, maka tentunya diperlukan suatu perencanaan pariwisata Kota Manado dengan pendekatan sustainable development dan terintegrasi. Tujuan dari pendekatan sustainable development dan terintegrasi ini, tidak hanya untuk mencegah dampak buruk lingkungan dari kedatangan para wisatawan ke Kota Manado, akan tetapi juga untuk kelangsungan masyarakat setempat di seputar obyek-obyek wisata.

Perencanaan dan keputusan terkait dalam pembangunan dan pengembangan pariwisata Kota Manado haruslah dan wajib melibatkan swasta, pemerintah kota, dan komunitas, sehingga masyarakat yang berada di sekitar obyek-obyek wisata dapat merasakan dampak positif dari potensi alam dan budaya mereka sendiri.

Strategi berbasis komunitas bagi industri pariwisata kini mulai digalakkan oleh banyak pihak. Setidaknya, dengan adanya pemberitaan dan kasus trafiking dan ekploitasi seksual di kawasan pariwisata, telah memberikan citra buruk di mata wisatawan mancanegara. Bukan tidak mungkin kawasan pariwisata tersebut akan kehilangan pasar di masa depan. Maka, penting bagi para stakeholders untuk mulai menyusun rencana mensejahterakan lingkungan sekitar sebagai upaya menambah nilai dari produk wisata yang ditawarkan.

Adapun upaya-upaya  yang dapat dilakukan berkaitan dengan hal tersebut, yakni :

1. Ekonomi

  • Memberikan kuota yang lebih besar terhadap pekerja lokal.
  • Menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan.
  • Mengembangkan infrastruktur dan fasilitas bagi wisatawan dan masyarakat.

2. Sosio-Kultural

  • Melestarikan budaya lokal.
  • Menghormati adat-istiadat, yakni tata cara dan kebiasaan hidup mayarakat setempat.
  • Memperhatikan nilai dan norma-norma yang berkembang di tengah-tengah masyarakat.

3. Lingkungan

  • Melindungi alam sebagai penyangga kehidupan masyarakat.

Dengan melakukan upaya-upaya seperti tersebut diatas, diharapkan industri pariwisata Kota Manado bukan menjadi industri pariwisata yang menakutkan dan membahayakan, akan tetapi menjadi industri pariwisata masa depan yang dapat menjadi solusi bagi beragam persoalan dan kejahatan manusia, termasuk dalam mengatasi trafiking dan eksploitasi seksual. Semoga,-

One response to “Pariwisata Kota Manado Dan Trafiking

  1. Bloknya Sangat Menarik. Saya Laode Usman-Manado-Praktisi Asuransi. Untuk Memajukan Parawisata Perlu Kepastian Tentang Dampak Lingkungan Hidup atas Pencemaran Limbah Industri.Harus Memdapatkan Proteksi Atau Jaminan Asuransi. Kami siap untuk itu Kami punnya Polis Asuransi namanya SURANSI lIMBAH.. Jika terjadi Pencemaran lingkungan sesuai standar Asuransi Limbah.. Liability Masyarakat dapat terjamin. Mohon bantuan untuk mensosialisasikan ini, demi kemajuan dan perlindungan Masyarakat Manado yg kita Cintai bersama>> salam sukses.. call 081340731967. Alamat Kompleks Bahu Mall Blok E 2- Malalayang – Manado

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s