Perencanaan Wisata Bahari Atau Marine Tourism

Tujuan Perencanaan

Danau Moad di daerah Bolaang Mongondow Provinsi Sulawesi Utara (Sulut)

  1. Menciptakan suatu lingkungan fisik pulau yang tertib, rapi, serasi, nyaman sehingga daya tariknya sebagai obyek wisata dan rekreasi semakin meningkat, akan mampu menarik lebih banyak pengunjung.
  2. Memanfaatkan seoptimal mungkin keindahan alam dan kekayaan alam (darat, pantai dan laut) yang ada pada kawasan perencanaan dengan tetap memperhatikan serta menjaga kelestarian lingkungan.
  3. Membangun dan mendayagunakan prasarana dan sarana pelayanan wisata pulau secara optimal, baik dari segi kwantitas maupun kwalitasnya.
  4. Menyusun kerangka organisasi yang akan mampu melaksanakan fungsi pengelolaan proyek-proyek di daerah perencanaan.

Untuk mencapai tujuan di atas, perlu disusun suatu Rencana Tata Letak Obyek Wisata di pulau ini dan sekitarnya yang mencakup :

  1. Pemilihan Lokasi.
  2. Perencanaan tata letak yang merupakan pedoman bagi pengaturan perletakan pertamanan, tempat berolah raga, dsb.
  3. Penuntun arsitektur serta pedoman yang dapat digunakan untuk “detailed engineering design”.

Karakteristik Konsumen Wisata

Pengunjung terdiri atas berbagai golongan umur. Untuk itu perlu diketahui karakter masing-masing golongan umum tersebut.

  1. Anak-anak (dibawah 12 tahun), memiliki sifat bebas, ingin tahu, sulit diatur, sehingga bagian-bagian yang berbahaya dari obyek wisata perlu di amankan dengan sebaik-baiknya, seperti tebing-tebing curam karang-karang yang mempunyai binatang berbahaya, seperti bulu babi, dsb. Mempunyai fisik yang belum begitu kuat, sehingga untuk berjalan jauh, terutama tempat mendaki, diperlukan tempat istirahat. Mereka lebih cepat merasa haus dan lapar. Untuk itu fasilitas makan dan minum harus mendapat perhatian khusus.
  2. Remaja (12 – 14 tahun), Penuh idealisme, dinamis dan senang dengan hal-hal yang berbau heroik serta bertualang. Selalu ingin bebas, tidak mau dikekang dan sulit untuk diatur. Keadaan medan / lapangan yang sulit justru merupakan tantangan, seperti : berjalan jauh (hiking), mendaki gunung dan berkemah sangat menarik bagi remaja. Perlu diberikan kebebasan seluas-luasnya untuk mengenal alam dan lingkungan sehingga mempertebal rasa cinta tanah air. Menyenangi hal-hal sifatnya informal, seperti : makan di alam terbuka, bertelanjang kaki, dsb.
  3. Pemuda dan Orang Tua (24 tahun ke atas), Kelompok ini umumnya mulai segan melakukan hal-hal yang berat. Sifat rekreasinya lebih banyak pasif daripada aktif. Lebih menyenangi hal-hal sifatnya formal, seperti makan / minum di restoran dengan keinginan berbelanja yang tinggi, membeli souvenir, buah-buahan, sayur-sayuran, dsb.

Kegiatan Pariwisata

Kegiatan pariwisata dapat dikelompokkan menjadi :

  1. Kegiatan wisata.
  2. Kegiatan pelayanan wisata.
  3. Kegiatan penunjang wisata.

Pengembangan pariwisata tidak akan terlepas dari keadaan lingkungan fisik maupun sosial, sehingga perlu diperhatikan hal-hal berikut :

  1. Perlindungan kelestarian alam.
  2. Pendayagunaan potensi alam secara optimal.
  3. Perkembangan ekonomi lingkungan.
  4. Perkembangan sosial lingkungan.

Kegiatan pariwisata yang bisa dikembangkan di pulau wisata antara lain :

  1. Kegiatan wisata pencinta alam, termasuk alam dibawah air.
  2. Kegiatan wisata rekreasi.
  3. Kegiatan wisata mengenal lingkungan.
  4. Kegiatan wisata pendidikan.
  5. Kegiatan wisata olah raga. (Editor : Rafans Manado – dari berbagai sumber),-

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s