Pemahaman Waktu Senggang, Rekreasi, Dan Wisata

Waktu senggang merupakan suatu ukuran yang biasanya diperoleh diluar waktu kerja, tidur, dan aktivitas rumah lainnya, dengan kata lain merupakan waktu bebas yang digunakan sesukanya, tetapi di sisi lain, tidak semua waktu bebas disebut waktu senggang.

Jalan Raya Kota Bitung di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut)

Contohnya : seseorang yang tidak memiliki pekerjaan tetap atau pengangguran yang merasa dirinya “terpaksa” menikmati waktu senggang. Hal tersebut mengarah kepada kecenderungan bahwa waktu senggang lebih merupakan perilaku pikiran sebagai ukuran waktu.

Rekreasi sebagai kegiatan yang diperoleh dan diusahakan selama waktu senggang; Pada dasarnya, rekreasi bertujuan memberikan relaksasi secara fisik maupun pikiran seseorang dan aktifitas tersebut meliputi misalnya : menonton telivisi atau berlibur.

Jika waktu senggang merupakan ukuran waktu dan rekreasi mencakup aktifitas selama waktu tertentu, maka wisata merupakan gabungan keduanya; bagaimanapun juga relatif sulit untuk mendefinisikan pengertian dari rekreasi dan wisata secara praktis.

Cara yang paling mendekati pengertian tersebut diatas adalah melihat keduanya sebagai kegiatan yang berlangsung secara terus menerus dari awal sampai akhir, dimana rekreasi merupakan kegiatan yang cenderung dilakukan di rumah atau sekitarnya, sedangkan wisata merupakan kegiatan yang cenderung dilakukan di luar rumah yang melibatkan akomodasi dan jarak yang cukup jauh dari tempat tinggal dan kegiatan ini berkaitan erat dengan waktu dan jarak yang diperlukan dalam beraktifitas.

Dengan kata lain, dalam rekreasi terdapat (1) Rekreasi di rumah (Based-home recreation), individu dapat melakukan aktifitas berkebun, membaca, menonton telivisi, bersosialisasi dan seluruh kegiatan berada di lingkungan rumah, (2) Waktu senggang (Daily Leisure),individu dapat melakukan aktifitas menonton film, berolah raga, jalan-jalan atau kegiatan lain yang dilakukan di rumah dan lingkungannya, (3) Bepergian (day Trip), individu dapat mengunjungi museum di kotanya, piknik, melihat pertunjukan sirkus dan seluruh kegiatannya bersifat regional, dan (4) wisata (tourism), merupakan aktivitas sementara dari daerah asal individu ke daerah tujuan dan individu tersebut melakukakan aktivitas diluar aktivitas rutin mereka selama mereka di perjalanan dan terdapat fasilitas-fasilitas yang disediakan untuk kebutuhan mereka selama melakukan perjalanan, seperti perhotelan untuk bermalam, restoran, fasilitas umum telepon, cinderamata, dan seluruh kegiatannya dilakukan di lingkungan yang lebih luas yang bersifat regional, nasional, dan internasional.

Disisi lain seorang pelancong (Excursionists) yang mengunjungi suatu tempat kurang dari dua puluh empat jam dan tidak bermalam belum tentu disebut sebagai wisatawan meskipun mereka menggunakan fasilitas wisata lainnya dan mengadakan perjalanan selama itu seperti para pelancong yang berasal dari kapal pesiar yang singgah di suatu pelabuhan atau dermaga guna mengisi bahan bakar atau alasan lain.

Jelasnya, wisata merupakan bentuk yang berbeda dari rekreasi dengan permintaan yang berebeda pula.

Dari berbagai macam pengertian wisata, Mathieson and Wall (1982), mendefinisikan : “Turisme adalah individu atau lebih yang melakukan perjalanan menuju ke daerah tujuan wisata dengan meninggalkan tempat tinggal dan pekerjaan untuk sementara waktu, serta melakukan aktifitas di daerah tujuan wisata tersebut dan menikmati. (Editor : Rafans Manado – dari berbagai sumber),-

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s