Mapalus (Gotong Royong) Di Minahasa

Mapalus adalah suatu sistem atau teknik kerjasama untuk kepentingan bersama dalam budaya suku Minahasa di Sulawesi Utara (Sulut).

Budaya Mapalus (Gotong Royong) – (Foto Manado Antara News.Com)

Secara fundamental, mapalus adalah suatu bentuk gotong-royong tradisional yang memiliki perbedaan dengan bentuk-bentuk gotong royong modern, mis: perkumpulan atau asosiasi usaha.

Secara filosofis, mapalus mengandung makna dan arti yang sangat mendasar. Mapalus sebagai Local Spirit and Local Wisdom masyarakat Minahasa yang terpatri dan berkohesi didalamnya : 3 (tiga) jenis hakekat dasar pribadi manusia dalam kelompoknya, yaitu : Touching Hearts, Teaching Mind, and Transforming Life. 

Mapalus adalah hakekat dasar dan aktivitas kehidupan orang Minahasa (Manado) yang terpanggil dengan ketulusan hati nurani yang mendasar dan mendalam (touching hearts) dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab menjadikan manusia dan kelompoknya (teaching mind) untuk saling menghidupkan dan mensejahterakan setiap orang dan kelompok dalam komunitasnya (transforming life).

Menurut buku, The Mapalus Way, mapalus sebagai sebuah sistem kerja memiliki nilai-nilai etos seperti, etos resiprokal, etos partisipatif, solidaritas, responsibilitas, gotong royong, good leadership, disiplin, transparansi, kesetaraan, dan trust.

Seiring dengan berkembangnya fungsi-fungsi organisasi sosial yang menerapkan kegiatan-kegiatan dengan asas mapalus, saat ini, mapalus juga sering digunakan sebagai asas dari suatu organisasi kemasyarakatan di Minahasa.

Mapalus berasaskan kekeluargaan, keagamaan, dan persatuan dan kesatuan. Bentuk-bentuk mapalus, antara lain :

  • Mapalus tani.
  • Mapalus nelayan.
  • Mapalus uang.
  • Mapalus bantuan duka dan perkawinan; dan,
  • Mapalus kelompok masyarakat.

Dalam penerapannya, mapalus berfungsi sebagai daya tangkal bagi resesi ekonomi dunia, sarana untuk memotivasi dan memobilisasi manusia bagi pemantapan pembangunan, dan merupakan sarana pembinaan semangat kerja produktif untuk keberhasilan operasi mandiri, mis: program intensifikasi dan ekstensifikasi pertanian.

Prinsip solidaritas yang tercermin dalam mapalus terefleksi dalam perekonomian masyarakat di Minahasa, yaitu dikenalkannya prinsip ekonomi Tamber.

Prinsip ekonomi tamber merujuk pada suatu kegiatan untuk memberikan sesuatu kepada orang lain, atau warga sewanua (sekampung) secara sukarela dan cuma-cuma, tanpa menghitung-hitung atau mengharapkan balas jasa.

Prinsip ekonomi tamber berasaskan kekeluargaan. Dari segi motivasi adat, prinsip ini mengandung suatu makna perekat kultural (cagar budaya) yang mengungkapkan juga kepedulian sosial, bahkan indikator keakraban sosial.

Faktor kultural prinsip ekonomi tamber berdasarkan keadaan alam Minahasa yang subur dan berlimpah, dan tipikal orang Minahasa yang cenderung rajin dan murah hati. (Editor : Rafans Manado – Sumber, Wikipedia Indonesia),-

One response to “Mapalus (Gotong Royong) Di Minahasa

  1. samie di papua barat

    ma kase ee………. cuma ganti-ganti bentuk mapalus jangan sampai org luar kira cuma yang gitu-gitu laeng-laeng dank!

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s