Daftar Fam Orang Manado – Minahasa & Artinya

Buat orang Manado, dalam hal ini suku besar Minahasa, fam (family-name) mewakili akan jati diri, citra, dan bahkan martabat serta harga diri. Fam diturunkan berdasarkan garis keturunan orang tua laki-laki (patrilinial) dan wajib digunakan sebagai harkat serta lambang bagi generasi penerus keluarga.

English: Kabasaran War Dance Group. Menado, Mi...

Kabasaran War Dance Group. Menado, Minahasa, Sulawesi Utara, Indonesia. Also known as Cakalele Minahasa. (Photo credit : Wikipedia)

Setelah menikah, fam dari laki-laki akan menjadi nama keluarga. Seorang istri wajib menyandang fam dari suaminya didepan fam-nya sendiri. Anak-anak pun wajib menyandang fam dari ayah. Dan sekali lagi, keluarga wajib menjunjung tinggi martabat dari fam yang disandangnya.

Bagi orang Manado – Minahasa, fam sangat dijunjung tinggi dan yang dipakai turun temurun saat ini berasal dari nama nenek moyang orang Minahasa. Nama-nama itu biasanya mencerminkan pekerjaan, sifat, tempat tinggal, atau usaha dari pemilik nama pertama itu.

Dalam bahasa Manado – Minahasa terutama dimana dalam bahasa sehari-hari Melayu Manado “nama keluarga” disebut Fam. Dimana kata ini sebenarnya berasal dari bahasa Belanda “Van” yang kemudian setelah melalui beberapa proses disebut sebagai Fam.

Penggunaan fam tersebut dilakukan sekitar awal abad 19 di negeri Belanda. Waktu itu rakyatnya diwajibkan mempunyai Fam. Sebelumnya memang sudah punya Fam akan tetapi belum menyeluruh. Demikian pula yang berlangsung di Minahasa kira-kira pada abad 19. Sebelumnya memang ada orang yang memakainya, tetapi belum menyeluruh. Seperti halnya Bastian Saway, Fam tersebut ada sejak akhir abad ke 17. Pedro Ranty abad 18 dan kemudian awal abad ke 19 terdapat nama Fam seperti Matinus Dotulong (akhir abad 18, Hendrik Dotulong, Frederik Lumingkewas, Abraham Lotulong, dlll).

Pada tahun 1831 tibalah di Minahasa dua orang penginjil Protestan JF Riedel dan JF Schwarz di Langowan. Mereka sebagai penginjil dan mengabarkan injil sekaligus membaptis anggota baru yang masuk Kristen. Pada waktu itu setiap orang dipermandikan mendapat sebuah nama Alkitab atau nama Eropa, seperti Daniel, Jan, Piet, Frans, dan lainnya. Pada saat pembaptisan orang tersebut diberi sebuah nama Fam, nama keluarga.

Biasanya nama tersebut nama ayah (nama satu-satunya yang dipakai) yang disusul dengan nama baptis atau Fam. Disamping nama ayah, nama tersebut juga diambil dari nama nenek pria. Biasanya nama ayah atau nenek pria itu adalah nama asli Minahasa, seperti Watuseke, Sarapung, Korengkeng, Turang, Sondakh, dan lainnya. Nama baptis tersebut dijadikan nama panggilan yang diambil dari nama-nama di Alkitab atau dari negeri Eropa barat terutama dari Belanda. Karena itulah setiap orang Minahasa bernama panggilan atau nama sehari-hari dari Alkitab dan Belanda.

Berdasarkan data tersebut, nama orang Manado – Minahasa atau Fam sekarang diambil dari nama panggilan setiap orang pria. Sedangkan nama wanita tidak diturunkan sehingga dilupakan oleh sebagian orang.

Dengan hanya mengenal nama panggilan satu-satunya, tentu ada nama pengenal jika nama itu dipakai beberapa orang. Hal itu dibedakan dengan adanya sikap, cacat, atau tanda sesuatu pada orang yang kita maksud. Seperti Wanta Kento jika ia pincang, Wilem Todeo Kokong (Wilem berkepala lonjong),Min Pirop (min bermata buta), dan lainnya.

Ada nama-nama yang menyatakan sifat dari orang yang dimaksud, seperti ia seorang pemberani dinamai Mamauaya dari kata wuaya atau berani. Mama’it atau Ma’it orang yang selalu memasak agak kebanyakan garam. Oki atau kecil adalah orang selalu mengecilkan sesuatu dan sebagainya.

Masih banyak nama-nama yang mengikuti sifat, kepribadian, tempat tinggal, pekerjaan, perjuangan, dan lainnya. Kesemua ini pada akhirnya dipergunakan oleh orang Manado – Minahasa walaupun dia berada di luar daerah. Fam tersebut khususnya mengikuti garis keturunan orang tua laki-laki.

Sebagai contoh, karena pekerjaannya selalu menebang pohon, disebut Pele. Sesuai tempat tinggal, dimana daerahnya selalu terjadi kebakaran karena adanya kilat dipanggil Pongilatan. Kalau dia tinggal pada suatu bukit atau gunung ia disebut Wuntu. Kalau dia mau naik bukit atau gunung disebut Mawuntu. Suatu tempat yang bersifat serong atau miring dikatakan Kawilaran. Kalau menerka disebut Tumeleap. Tempat dimana sering dicungkil tanahnya dengan sebuah tongkat disebut Tu’ila dan pemiliknya dinamai demikian.

Sedangkan pekerjaannya sering memotong dengan sebuah parang disebut Sumanti. Di dalam bahasa Tombulu kata ini mengandung arti lain, yaitu batu pujaan. Dalam bahasa Tondano disebut Panimbe. Ranting-ranting kering yang disebut Rankang dipergunakan untuk merintangi tempat jalan.

Dibawah ini adalah daftar fam orang Manado – Minahasa dan artinya, sebagai berikut :

A

Abutan : Pembersih, Adam : Tenang, Agou : Anoa, Akai : Penjaga, Aling : Pembawa, Alui : Pelipur lara, Amoi : Teman sekerja, Andu : Tempat bersenang, Anes : Tawakal, Angkouw : Keemasan, Anis : Penghalau, Antou : Nama kembang, Arina : Tiang tengah, Assah : Pembuka jalan, Awondatu : Yang dikehendaki, Awui : Senang.

B

Batas : Pemutus, Bella : Pasukan, Bokau : Bibit emas, Bokong : Mengikat, Bolang : Penangkap ikan, Bolung : Perisai, Bororing : Pembuat roreng, Boyoh : Pendamai, Buyung : Penurut.

D

Damongilala: Benteng, Damopoli : Jujur dan adil, Dapu : Mematahkan, Datu : Pemimpin, Datumbanua : Kepala Walak, Dayoh : Karunia, Dededaka : Panah lidi hitam, Dendeng : Suara yang terang, Dengah : Hakim, Dewat : Menyeberangi, Dien : Dihiasi, Dimpudus : Cerdik kepalanya, Dipan : Ukuran depa, Dompis : Pekerja baik, Dondo : Prinsip, Dondokambei : Prinsip tetap, Donsu : Jimat penolak, Doodoh : Penggerak, Doringin : Penari, Dotulong : Pahlawan besar, Dumais : Menggenapi, Dumanauw : Pemenang, Dumbi : Didepan, Dungus : Berkedudukan, Dusaw : Pembuka.

E

Egam : Menjaga, Egetan : Lonceng kecil, Ekel : Lirikan, Elean : Arah barat, Eman : Dipercaya, Emor : Lengkap, Endei : Dekat, Engka : Pegang, Enoch : Pilihan, Ering : Kurang besar.

G

Ganda : Bambu besar, Gerung : Bunga ukiran, Gerungan : Bunga-bunga ukiran, Gigir : Mengikis rata, Gimon : Rupa yang indah, Girot : Pemutus, Goni : Cerdik, Goniwala : Cerdik akal, Gonta : Langkah, Gosal : Timbunan, Gumalag : Menanduk, Gumansing: Pembujuk, Gumion : Pegangan.

I

Ilat : Menunggu, Imbar : Yang dibuang, Inarai : Baju jimat, Ingkiriwang : Dari angkasa, Inolatan : Pegang tangan, Intama : Pembawa, Item : Hitam.

K

Kaat : Penglihatan, Kaawoan : Mampu kerja, Kaendo : Teman mapalus, Kaeng : Sempit, Kaes : Menyiram, Kainde : Ditakuti, Kairupan : Kekuatan, Kalalo : Amat berani, Kalangi : Dari langit, Kalempou : Mengunjungi, Kalempouw : Kawan baik, Kalengkongan: Tepat berjatuhan, Kalesaran : Pusat segala usaha, Kalici : Mempesona, Kaligis : Sama keluarga, Kalitow : Tertinggi, Kaloh : Sahabat setia, Kalonta : Perisai kayu, Kalumata : Pedang perang, Kamagi : Bunga hias, Kambey : Bunga hias, Kambong : Obor, Kamu : Pegang teguh, Kandio : Amat kecil berarti, Kandou : Bintang pagi, Kapantouw : Pembuat, Kaparang : Pandai mengukir, Kapele : Amat tegas, Kapoh : Pemuja, Kapoyos : Dukun pijat, Karamoy : Penunjuk, Karau : Antara, Karinda : Kawan serumah, Karundeng : Pengusut, Karuyan : Di kejauhan, Karwur : Subur, Kasenda : Kawan sehidangan, Katopo : Keturunan opo, Katuuk : Pemegang rahasia, Kaunang : Cerdik, Kawatu : Pendirian teguh, Kawengian : Bintang sore, Kawilarang : Diatas terbuka, Kawulusan : Benteng, Kawung : Tersusun keatas, Kawuwung : Berkelebihan, Keincem : Penyimpan rahasia, Kekung : Pedang perisai, Keles : Bayi, Kelung : Perisah, Kembal : Agak lemah, Kembau : Kurang kuat, Kembuan : Sumber, Kenap : Genapkan, Kepel : Penakluk, Kerap : Seiring, Kere : Testa, Kesek : Penuh sesak, Kewas : Tumbuhan, Khodong : Kecil, menentukan, Kilapong : Batu kilat, Kindangen : Yang diberkati, Kirangen : Dimalui, Kiroiyan : Pengembara, Kodongan : Mengecil, Kojongian : Penggeleng kepala, Koleangan : Pemain, Kolibu : Banyak bekerja, Koloday : Saudara lelaki, Koly : Suka kerja, Komaling : Pembawa, Komaling : Penghormat, Kondoi : Lurus kedudukannya, Kontul : Kerja sendiri, Kopalit : Pendamai, Koraah : Suka panas matahari, Korah : Suka panas matahari, Korengkeng : Penakluk, Korompis : Hasil kerja yang baik, Koropitan : Penghukum, Korouw : Perkasa, Korua : Membagi dua, Kotambunan : Penimbun, Kountud : Kerja sendiri, Kowaas : Penggemar barang kuno, Kowonbon : Tahan uji, Kowu : Penempah, Kowulur : Ke gunung, Koyansouw : Pengipas, Kuhu : Menampakkan, Kulit : Kecukupan, Kullit : Cukup, Kumaat : Melihat, Kumaunang : Penyelidik cerdik, Kumayas : Membongkar, Kumendong : Pengumpul tenaga, Kumolontang : Melompat keliling, Kumontoy : Lurus hati, Kupon : Diharapkan, Kusen : Penutup, Kusoi : Cerdik.

L

Lala : Berjalan, Lalamentik : Semut api, Lalowang : Perlumba, Lalu : Pendesak, Laluyan : Melintasi, Lambogia : Paras jernih, Lampah : Tak seimbang, Lampus : Tembus, Lanes : Kurang semangat, Langelo : Menapis, Langi : Tinggi, Langitan : Tinggian, Langkai : Dihormati, Languyu : Tanpa tujuan, Lantang : Berharga, Lantu : Penentu, Laoh : Manis, Lapian : Teladan, Lasut : Pemikir cerdas, Legi : Menipis, Legoh : Penelan manis pahit, Lembong : Pembalas budi, Lempas : Kedudukan, Lempou : Kunjungan, Lengkey : Dimuliakan, Lengkoan : Penghalang, Lengkong : Pendidik, Lensun : Diharapkan, Leong : Main, Lepar : Tujuan, Lesar : Halaman, Lewu : Tersendiri, Liando : Penimbang, Limbat : Berganti, Limbong : Ingat budi, Limpele : Penurut, Lincewas : Tumbuhan obat, Lintang : Bunyi-bunyian, Lintong : Pusat persoalan, Liogu : Jernih, Litow : Tinggi, Liu : Bijaksana, Liwe : Air mata, Loho : Perindu, Loing : Pengawas, Lolombulan : Bulan purnama, Lolong : Bulan, Lomboan : Lemparan keatas, Lompoliu : Pengajar, Lonan : Ramah, Londa : Perahu, Londok : Tinggi, Longdong : Penjaga, Lontaan : Pembuka jalan, Lontoh : Tinggi keatas, Losung : Pendesak, Lowai : Bayi lelaki, Lowing : Mengawasi, Ludong : Kepala negeri, Lumanau : Biasa berenang, Lumangkun : Penyimpan rahasia, Lumatau : Berpengetahuan, Lumempouw : Meliwati, Lumenta : Terbit, Lumentut : Bukti, Lumi : Meminggir, Lumingas : Membersihkan, Lumingkewas : Tepat dlm segala hal, Lumintang : Menunggalkan, Luminuut : Berpeluh, Lumoindong : Melindungi, Lumondong : Berlindung, Lumowa : Meliwati, Lumunon : Muka bercahaya, Luntungan : Memiliki jambul, Lutulung : Penolong.

M

Maengkom : Penakluk, Maengkong : Mendidik, Mailangkai : Yang ditinggikan, Mailoor : Disenangi, Maindoka : Kecukupan, Mainsouw : Bersaudara 9, Mait : Obat pahit, Makadada : Memuaskan, Makal : Penutup lubang, Makaley : Melindungi/menutup, Makaliwe : Air mata, Makangares : Mengharap, Makaoron : Mengulung musuh, Makarawis : Puncak gunung, Makarawung : Tinggi usaha, Makatuuk : Hidup sentosa, Makawalang : Orang kaya, Makawulur : Dihormati, Makiolol : Selalu ikut, Makisanti : Dengan pedang, Malingkas : Tetap berada, Mamahit : Dukun obat pahit, Mamangkey : Pengangkat, Mamantouw : Penubuat, Mamanua : Pembuka negeri, Mamarimbing : Pemberi kesuburan, Mamba : Ditetapkan, Mambo : Penetapan, Mambu : Pemberi supa, Mamengko : Pemberi teka-teki, Mamentu : Pemberi rasa, Mamesah : Pembuka rahasia, Mamoto : Penjelasan, Mamuaya : Pemberi, Mamuntu : Mencapai puncak, Mamusung : Penangkal, Manalu : Ditingkatkan, Manampiring : Membuat jalan, Manangkod : Menahan musuh, Manapa : Pertanyaan, Manarisip : Membetulkan, Manaroinsong: Sumber air, Manayang : Pergi jauh, Mandagi : Menghiasi bunga, Mandang : Melambung tinggi, Mandey : Pandai, Manebu : Dewa peninjau, Manese : Bertindak dahulu, Mangare : Minta dibujuk, Mangempis : Merendahkan diri, Mangindaan : Tahan uji, Mangkey : Angkat, Mangowal : Pemancung, Mangundap : Berbahaya, Manimporok : Ke puncak, Manopo : Bersama datuk (opo), Manorek : Mengganggu, Mantik : Meneliti/menulis, Mantiri : Pembuat benda halus, Mantoauw : Nubuat, Manua : Negeri, Manurip : Menyisip, Manus : Taruhan, Mapaliey : Menakuti musuh, Maramis : Menggenapi, Marentek : Tukang besi, Maringka : Berkekuatan, Masie : Tumbuhan obat, Masinambau : Tujuan pasti, Masing : Bergaram, Masoko : Pokok, Matindas : Ramping, Maukar : Menjaga, Mawei : Pembimbing, Maweru : Pembaharu, Mawikere : Teladan, Mawuntu : Kedudukan tinggi, Mekel : Lindungi, Mema : Berbuat, Mende : Pemalu, Mendur : Berguntur, Mengko : Teka-teki, Mentang : Pemutus, Mentu : Rasa, Mesak : Pendesak, Mewengkang : Pembuka jalan, Mewoh : Lemah lembut, Mince : Main, Mincelungan : Main perisai, Minder : Menderu, Mingkid : Pemberi acuan/konsep, Mogot : Penebus, Mokalu : Bersaudara, Mokolensang : Berdiam diri, Mokorimban : Pemberani, Momongan : Pemilik, Momor : Persatuan yang baik, Momuat : Pengurus jamuan, Mondigir : Meratakan, Mondong : Menyembunyikan, Mondoringin : Meratakan jalan, Mondou : Berangkat pagi, Mongi : Kuat kekar, Mongilala : Pengusir musuh, Mongisidi : Saksi dan bukti, Mongkaren : Membongkar, Mongkau : Mencari emas, Mongkol : Mematung, Mongula : Pemohon berkat, Moniaga : Kebesaran, Moninca : Pembuah ramai, Moningka : Penambah tenaga, Moniung : Menangis kecil, Mononimbar : Suka member, Mononutu : Pekerja tekun, Montolalu : Pembagi tugas, Montong : Pembawa, Montung : Pengangkat, Motto : Jelas, Muaya : Berani, Mudeng : Berdengung jauh, Mukuan : Mempunyai buku, Mumek : Penyelidik, Mumu : Simpanan cukup, Mundung : Bernaung, Muntu : Gunung, Muntu untu : Gunung bersusun, Muntuan : Ke gunung, Musak : Didesak, Mussu : Penjaga setia.

N

Nangka : Diangkat, Nangon : Diangkat, Nangoy : Dipikul, Naray : Jimat, Nayoan : Diberi berkat, Nelwan : Tempat terbang, Nender : Gerakan, Ngala : Dirintangi, Ngangi : Di hati, Ngantung : Ditimbulkan, Ngayouw : Di majukan, Ngion : Diperoleh.

O

Ogi : Goyang, Ogot : Hakimi, Ogotan : Kena dendam, Oleng : Pikulan, Oley : Teladan, Ombeng : Kelebihan, Ombu : Cetakan rupa, Ompi : Tertutuo, Ondang : Pedang, Onsu : Jimat, Opit : Jepitan, Oroh : Perselisihan, Otay : Bertawakal.

P

Paat : Pengangkat, Pai : Besar, Paila : Cukup besar, Pakasi : Pemberian, Palangiten : Sinar matahari, Palar : Tapak tangan, Palenewen : Dibenamkan, Palenteng : Peniup, Palilingan : Nasehat baik, Palit : Bekas luka, Panambunan : Timbunan besar, Panda : Pinter, Pandean : Amat pandai, Pandelaki : Pemegang bibit, Pandey : Pinter, pandai, Pandi : Penghancur, Pandong : Tenaga kuat, Pangalila : Berlebihan, Pangau : Jauh kedalam, Pangemanan : Dipercaya, Pangila : Berlebihan, Pangkerego : Suara nyaring, Pangkey : Diangkat, Pantonuwu : Tegas, Pantouw : Penolong bijaksana, Parengkuan : Kepala jimat, Paruntu : Tempat ketinggian, Paseki : Pengikat, Pasla : Tepat tujuan, Pauner : Tengah, Pele : Jimat, Pelengkahu : Emas tulen, Pendang : Pengajar, Pepah : Lemah lembut, Pesik : Pancaran bara, Pesot : Cekatan, Piay : Biasa, Pinangkaan : Tempat yang tinggi, Pinantik : Ditulis, Pinaria : Hubungan erat, Pinontoan : Menunggu, Pioh : Cucu, Piri : Semua satu, Pitong : Memungut, Pitoy : Diikuti, Podung : Dijunjung, Pola : Pengajak, Poli : Tempat suci, Polii : Pelita, Polimpong : Didewakan, Politon : Gembira selalu, Poluakan : Air berkumpul, Pomantouw : Penubuat, Ponamon : Pengasih, Pondaag : Pendamai, Pongayouw : Penghulu perang, Ponggawa : Pemberani, Pongilatan : Berkilat, Pongoh : Berisi padat, Ponosingon : Terbang, Pontoan : Menunggu, Pontoan : Menunggu, Pontoh : Pendek, Pontororing : Bercahaya, Poraweouw : Penunjukan, Porayouw : Perenang, Porong : Tudung kepala, Posumah : Pembagi, Potu : Tekun, Poyouw : Yang diberikan, Pua : Buah, Pungus : Pengawas, Punuh : Orang terdahulu, Purukan : Punya kedudukan, Pusung : Penangkal serangan, Putong : Penyelidik.

R

Raintung : Daun bergerigi, Rambi : Bunyi merdu, Rambing : Bunyi suara merdu, Rambitan : Tambahan bunyi, Rampangilei : Kembar bersih, Rampen : Kelebihan, Rampengan : Berkelebihan, Ransun : Bawang, Ranti : Pedang, Rantung : Terapung, Raranta : Naik tangga, Rares : Sehat, Rarun : Sudah tua, Rasu : Penyimpan, Ratag : Terlepas, Ratu : Batu jumat, Ratulangi : Jimat dari langit, Ratumbuisang: Batu berbintik, Ratuwalangaouw: Batu berantai, Ratuwalangon: Batu panjang, Ratuwandang : Batu merah, Rau : Jauh, Rauta : Dewata, Regar : Bebas, Rei : Bebas celaka, Rembang : Burung rawa, Rembet : Berpegang teguh, Rempas : Memasak, Rengku : Tundukan, Rengkuan : Ditunduki, Rengkung : Dihormati, Repi : Pemikir, Retor : Penghalang, Rimper : Potong rata, Rindengan : Bergerigi, Rindengan : Sama-sama, Rindo-rindo : Suara gemuruh, Robot : Lebih, Rogahang : Berkeringat, Rogi : Banyak bicara, Rolangon : Berantai, Rolos : Kepala, Rombot : Dilebihi, Rompas : Penyimpan rahasia, Rompis : Pekerja baik/rukun, Rondo : Lurus, Rondonuwu : Bicara lurus, Rooro : Penggerak, Rori : Dihormati, Rorimpandey : Sempurna, Roring : Kemuliaan, Rorintulus : Cahaya, Rosok : Tepat, Ruaw : Bulan purnama, Ruidengan : Bersama, Rumagit : Menyambar, Rumambi : Membunyikan, Rumampen : Jadi satu, Rumampuk : Memutuskan, Rumayar : Mengibarkan, Rumbay : Tidak perduli, Rumende : Mendekati, Rumengan : Sejaman, Rumenser : Tetesan air, Rumimpunu : Yang dimuka, Rumincap : Berhati baik, Rumokoy : Membangunkan, Rumpesak : Kedudukan, Runturambi : Kehormatan.

S

Salangka : Benda persembahan, Salendu : Banyak ide, Sambouw : Bunga kayu, Sambuaga : Bunga kayu cempaka, Sambul : Berlimpah, Sambur : Melimpah, Samola : Membesar, Sangkaeng : Paras kecil, Sangkal : Satu paras, Sarapung : Perkasa, Saraun : Sepintas remaja, Sarayar : Buka jemuran, Sariowan : Pelancong, Sarundayang : Pengiring, Saul : Lengah, Seke : Perorangan, Seko : Sentakan, Sembel : Penuh, Sembung : Bunga, Semeke : Tertawa, Senduk : Senang, Sengke : Guling, Sengkey : Pengguling, Senouw : Cepat, Sepang : Cabang jalan, Sigar : Kaya, Sigarlaki : Kekayaan, Simbar : Terbuang, Simbawa : Banyak kemauan, Sinaulan : Penasehat, Singal : Perintang musuh, Singkoh : Dibatasi, Sinolungan : Memprakarsai, Sirang : Potongan, Siwu : Penghancur musuh, Siwy : Siulan, Solang : Pedang, Somba : Pelindung, Sompi : Penyimpan rahasia, Sompotan : Meluputkan, Sondakh : Pengawas, Soputan : Letusan, Sorongan : Bergeser, Suak : Kepala, Sualang : Karunia, Suatan : Pengharapan, Sumaiku : Panjang idenya, Sumakud : Menewaskan, Sumakul : Menewaskan, Sumangkud : Terikat, Sumanti : Mempergunakan, Sumarandak : Gemerincing, Sumarauw : Pendidik, Sumele : Pembatas, Sumendap : Menyinari, Sumesei : Pengawas, Sumilat : Mengangkat, Sumlang : Main pedang, Sumolang : Memainkan pedang, Sumual : Memiliki kelebihan, Sumuan : Mengesahkan, Sundah : Tidak menetap, Sungkudon : Buah persembahan, Suot : Puas, Supit : Menjepit musuh, Surentu : Banyak bicara, Suwu : Serbu.

T

Taas : Kuat, Tairas : Terangkat dari dalam, Talumepa : Berjalan didaratan, Talumewo : Perusak, Tambahani : Senang bersih, Tambalean : Menuju Barat, Tambarici : Dibelakang, Tambariki : Dibelakang, Tambayong : Gemar kekayaan, Tambengi : Amat cepat, Tambingon : Keliling, Tamboto : Menghias kepala, Tambun : Timbun, Tambunan : Timbunan, Tambuntuan :Puncak tinggi, Tambuwun : Menandingi, Tamon : Disayangi, Tampa : Bunga, Tampanatu : Bunga api, Tampanguma : Bunga mekar, Tampemawa: Turun kelembah, Tampemawa : Turun kelembah, Tampenawas : Memotong daun, Tampi : Setia, Tampinongkol: Suka berkelahi, Tandayu : Pemuji, Tangka : Amat tinggi, Tangkere : Teladan, Tangkow : Nyanyian, Tangkudung : Perisai pelindung, Tangkulung : Perisai pelinding, Tanod : Tambu, Tanor : Tambur, Tanos : Teratur, Tarandung : Jalan, Taroreh : Diangkat, Taulu : Dijunjung, Tawas : Penawar mujarab, Tendean : Tempat berpijak, Tengges : Tempat memasak, Tenggor : Menghilang, Tengker : Bergemuruh, Terok : Pedagang keliling, Tidayoh : Senang dihormati, Tiendas : Berkurang, Tikoalu : Penakluk, Tikonuwu : Pandai bicara, Tilaar : Kerinduan, Timbuleng : Pemikul, Timpal : Persekutuan, Tinangon : Terangkat, Tindengen : Pemalu, Tintingon : Melambung, Tirayoh : Senang dihormati, Tiwa : Menaiki puncak, Tiwow : Berniat, Toalu : Didepan, Todar : Bertahan, Togas : Pantang surut, Tololiu : Penghambat, Tombeng : Secepat angin, Tombokan : Berkelebihan, Tombokan : Pemukul akhir, Tompodung : Dijunjung, Tompunu : Membuyarkan musuh, Tongkeles : Percepat, Tooi : Pengikut, Torar : Biasa matahari, Torek : Berkekurangan, Towo : Dari atas, Tuegeh : Tumpukan, Tuera : Perintah, Tulandi : Pemecah batu, Tular : Penasehat, Tulenan : Tetap tolong, Tulung : Pandai menolong, Tulus : Penengah, Tulusan : Menengahi, Tumanduk : Pelindung, Tumangkeng : Merombak, Tumatar : Kebiasaan, Tumbei : Berkat, Tumbelaka : Diberkati, Tumbol : Penopang, Tumbuan : Kaya, Tumembouw : Berteman, Tumengkol : Penahan, Tumewu : Melenyapkan, Tumilaar : Yang dirindukan, Tumilesar : Telentang, Tumimomor : Tempat yang baik, Tumiwa : Ingatan, Tumiwang : Mengingat, Tumober : Hadiah, Tumondo : Tujuan pasti, Tumonggor : Disiapkan, Tumundo : Pembawa terang, Tumurang : Pemberi bibit, Tumuyu : Yang dituju, Tunas : Asli, Tundalangi : Tatapan dari langit, Tungka : Terangkat, Turang : Menopang, Turangan : Berkelebihan, Tuwaidan : Lengkap, Tuyu : Penunjuk, Tuyuwale : Menuju rumah.

U

Uguy : Pembawa rejeki, Ukus : Kurang gemuk, Ulaan : Ditakuti, Umbas : Kuat bersih, Umboh : Penolak bahaya, Umpel : Menyenangkan, Undap : Cahaya sinar, Unsulangi : Diatas, Untu : Gunung.

W

Waani : Pahlawan, Wagei : Tertarik, Wagiu : Cantik/rupawan, Waha : Bara api, Wahon : Moga-moga, Wakari : Teman serumah, Wala : Cahaya, Walalangi : Cahaya dari langit, Walanda : Cahaya berlalu, Walandouw : Cahaya siang, Walangitan : Cahaya kilat, Walean : Komplek rumah, Walebangko : Rumah besar, Walelang : Rumah tinggi, Waleleng : Rumah tersendiri, Walian : Dukun, Walintukan : Taufan, Waluyan : Lewat, Wanei : Prajurit, Wangania : Buat sekarang, Wangko : Besar, Wantah : Patokan, Wantania : Patokan tetap, Wantasen : Yang jadi patokan, Wariki : Pendidik, Watah : Berani, Watti : Nubut, Watugigir : Batu licin, Watuna : Biji bersih, Watung : Timbul terus, Watupongoh : Teguh, Waturandang : Batu merah, Watuseke : Berani, Wauran : Cabut pilihan, Wawoh : Ketinggian, Wawointama : Cita-cita tinggi, Wawolangi : Di ketinggian, Wawolumaya : Diatas puncak, Waworuntu : Diatas gunung, Weku : Penasehat, Welong : Kurang daya, Welong : Pemikul, Wenas : Penyembuh, Wenur : Persembahan, Weol : Penasehat, Wetik : Berperan, Wilar : Pembuka, Winerungan : Menghiasi, Winokan : Men coba, Woimbon : Bercahaya, Wokas : Penyelidik, Wola : Cahaya, Wondal : Jimat, Wongkar : Membangun, Wonok : Peruntuk, Wonte : Kuat teguh, Wooy : Hujan rahmat, Worang : Kuat ikatan, Worotikan : Pancarana api, Wotulo : Pembersih, Wowilang : Pendorong, Wowor : Obat kesohor, Wuisan : Pengusir, Wuisang : Mengusir, Wulur : Puncak, Wungkana : Gelang jimat, Wungow : Bicara seenaknya, Wuntu : Gunung, Wurangian : Pemarah, Wuwung : Kelebihan, Wuwungan : Diatas atap. (Editotr : Rafans Manado – Sumber, W. J Pangemanan dan V. O Luntungan),-

2 responses to “Daftar Fam Orang Manado – Minahasa & Artinya

  1. The Egalitarian Levee in the Shared States choice win!

  2. kamagra cheap is one of the generic names as a remedy for kamagra cheapest, which has numerous applications but is time again utilized for the benefit of buy kamagra online alleviating the symptoms of erectile dysfunction. Erectile dysfunction ( kamagra quick ) can be characterized by a gink’s incompetence to kamagra jelly extrude and/or retain an erection during buy kamagra intercourse kamagra gold.

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s