Trip Hemat Menyelami Taman Nasional Laut Bunaken

Inilah cerita dari Wuri Handayani dan Tasya Paramitha tentang Trip Hemat Menyelami Taman Nasional Laut (TNL) Bunaken, sebagai berikut :

Taman Nasional Laut (TNL) Bunaken di Kota Manado

Terletak di Teluk Manado dengan luas 8,08 km², Bunaken merupakan bagian dari Taman Nasional, yang juga termasuk laut sekitar pulau Manado Tua, yaitu Siladen dan Mantehage.

Setelah sekian lama, akhirnya saya berhasil menginjakkan kaki di tempat impian ini. Saya memang berkeinginan menjelajahi bawah laut Manado yang katanya menjanjikan surga kecil. Kebetulan seorang teman mendapat penawaran perjalanan murah dari travel agent yang memberinya potongan harga hingga 50 persen untuk penginapan dan penerbangan. Ajakan ini langsung saya sambut tanpa pikir panjang.

Tiba di Sam Ratulangi, kami langsung menuju hotel rekomendasi. Menyimpan barang bawaan dan langsung menuju Bunaken. Tidak perlu basa-basi, setiba di Bunaken kami langsung menyiapkan diri, mengenakan “alat perang” dan beraksi meluncur ke laut. Kami ditemani seorang pemandu saat melakukan diving. Dipenuhi berbagai biota laut seperti kura-kura, terumbu karang dan puluhan jenis ikan, mata saya benar-benar dimanjakan di sini.

Tak heran jika banyak wisatawan asing yang mengatakan Taman Nasional Bunaken ini adalah salah satu taman laut yang terindah di dunia. Nah, jika Anda tidak mahir diving atau snorkeling, tenang saja, karena disini tersedia perahu kaca yang disebut katamaran. Perahu ini memungkinkan Anda menikmati keindahan bawah laut, tanpa harus berbasah-basahan.

Menurut sang pemandu, di Bunaken ini terdapat 20 titik menyelam bagi para penggemar scuba diving. Ada 13 jenis terumbu karang yang didominasi oleh bebatuan laut.  Dan yang paling menakjubkan adalah, terumbu karang vertikal yang menjulang ke bawah sedalam 25-50 meter.

Untuk mencapai tempat ini, kami menggunakan perahu motor. Sekitar 40 menit dari pelabuhan Manado. waktu yang terbilang singkat, karena kami sibuk menikmati pemandangan di balik lensa kamera masing-masing. 

Sebelum berangkat, kami juga sempat mencicipi Klappertaart asli buatan Manado. Walaupun di Jakarta, kue ini juga banyak dijual, tapi tetap saja rasanya berbeda dengan versi asli ini. Satu cup kue dengan taburan kismis di atasnya. Rasa susu dan kelapanya langsung menggoda lidah, memaksa saya harus menikmatinya sedikit demi sedikit. Rasa dinggin dan manis gula palem-nya memang “nagih”.

Konon, resep ini diturunkan dari zaman kependudukan Belanda di Sulawesi Utara. Beruntung saya bisa berkunjung sebentar ke dapur pembuatan klappertaart ini. Melihat pengolahan telur, tepung, mentega, susu, dan gula palem yang menjadi bahan utamanya. Rasanya, saya tidak sabar untuk menjajal resep klasik ini di rumah.

Anda ingin menikmati perjalanan seperti saya, coba klik ke www.gonla.com untuk mendapatkan penawaran khusus berbagai pilihan penginapan dan penerbangan. (Editor : Rafans Manado – Sumber, Vivalife http://life.viva.co.id/news/read/355630-trip-hemat-menyelami-taman-bunaken),-

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s