Etnis Borgo Di Kota Manado – Sulawesi Utara

Masyarakat Keturunan Borgo, merupakan salah satu kelompok keturunan asing yang sudah lama tinggal dan bermukim di wilayah Kota Manado yang merupakan bagian dari Tanah Minahasa, seperti di Malalayang, Bahu, Pondol, Mahakeret, Tikala, Sindulang, Tuminting, dan lainnya yang berlatar belakang turunan dari kelompok Babontehu, Bantik, dan Sangir.

Orang keturunan Borgo di Manado

Orang keturunan Borgo di Manado

Secara sosiologis maupun antropologis dalam konteks etnisitas, masyarakat keturunan Borgo akhirnya sudah merupakan bagian dari Etnik Minahasa yang hidup di Kota Manado. 

Berdasarkan ciri-ciri fisiknya, masyarakat keturunan Borgo memiliki tampang Endo; adalah turunan dari orang Spanyol, Portugis, dan Eropa.

Nama keluarga atau fam dari masyarakat keturunan Borgo bernuansa kebaratan, seperti : Frans, George, Thomas, Lucas, Paulus, Van Behen, Van Bone, Douwesdekker, Meyer, Winter, Marcus, Setlight, Heydemanns, Gontha, Matheozs, Andries, Boulegraaf, Molenaar, Fredrick, Golose, Van Derslood dan lainnya.

Pengaruh masyarakat keturunan Borgo terhadap seni tradisional sebagai bagian dari identitas Minahasa di Kota Manado, adalah tarian Katrili dan Figura.

Cara hidup orang Minahasa di Kota Manado yang terkenal terbuka (berterus-terang) dalam menyatakan pendapat, mudah beradaptasi alias bergaul, percaya diri dan berpenampilan Parlente; karena dipengaruhi oleh budaya Borgo.

Menurut catatan sejarah, Kota Manado mulai mekar sejak kedatangan Musafir Spanyol dan Portugis dipertengahan abad XVI. Sejak saat itu Kota Manado mulai mendapat perhatian dari “Orang Gunung” (sebutan penduduk asli Minahasa ketika itu), terutama setelah dibangun sekolah-sekolah dan gereja oleh misionares Katholik Portugis dan Spanyol. Berlanjut dengan gereja-gereja Protestan dari Belanda dan Jerman.

Kota Manado kemudian mulai dan terus berkembang dengan adanya masyarakat keturunan Spanyol, Portugis, Jerman, dan Belanda. Juga dengan kedatangan orang-orang yang berasal dari Jawa, Banjar, Flore, Timor, dan Maluku sehingga terbentuklah masyarakat Kota Manado  yang heterogen dengan bahasa Melayu Pasar atau dialek Manado sebagai bahasa pengantar.

Jumlah penduduk Kota Manado  pada tahun 1854, tercatat berkisar 2.529 orang. Diantaranya terdapat 1.043 orang keturunan Borgo dan 291 orang keturunan Eropa, 630 orang keturunan Cina serta selebihnya orang keturunan Arab dan pribumi Minahasa.

Hal ini terjadi karena Kota Manado ketika itu hanya berfungsi sebagai pusat niaga untuk berbelanja dan bukan tempat pemukiman bagi pribumi Minahasa yang tetap tinggal di pedalaman hinterland. (Oleh : Rafans Manado – Dari berbagai sumber),-

One response to “Etnis Borgo Di Kota Manado – Sulawesi Utara

  1. AQ MENCARI MARGA (MANDAGI) KU YG DI MANADO,BUAT YG PUNYA MARGA MANDAGI TOLONG DI COMENT

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s