Perayaan Goan Siao/Cap Go Meh Di Manado – Sulut

Pada hari Minggu, 24 Pebruari 2013 masyarakat etnis Cina/Tionghoa atau penganut aliran Kong Hu Chu/Umat Tri Dharma di Kota Manado Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) malaksanakan perayaan Goan Siao atau Cap Go Meh yang berpusat di kompleks Klenteng Besar Ban Hin Kiong.

Tangsin pada Perayaan Goan Siao/Cap Go Meh tahun 2013 di Kota Manado

Tangsin pada Perayaan Goan Siao/Cap Go Meh tahun 2013 di Kota Manado

Perayaan Goan Siao atau Cap Go Meh di Kota Manado – Sulut, didahului oleh iring-iringan Kuda Locia dan iring-iringan Kendaraan Hias yang menampilkan berbagai macam corak yang diatasnya terdapat gadis-gadis cilik keturunan Cina dengan pakaian/busana tradisional khas Cina, kemudian di belakang iring-iringan kuda locia dan kendaraan hias ada pikulan dengan Tangsin diatasnya. Selanjutnya menyusul Naga dan Barongsai yang dimainkan oleh umat Tri Dharma Manado.

Perayaan ini dimeriahkan pula oleh tumpukan musik bambu yang mengiringi atraksi Tangsin dengan kekuatan supernaturalnya, seperti memotong-motong punggungnya sendiri dengan sebilah pedang tajam dan mengiris-iris lidahnya serta menusuk pipinya dengan jarum besar sampai tembus di pipi sebelahnya, dan juga atraksi lainnya. Sangat menarik sebagai suatu pertunjukan atraksi dan hiburan wisata sehingga begitu ramai di tonton oleh masyarakat Kota Manado dan sekitarnya juga para wisatawan nusantara dan mancanegara.

Perayaan Goan Siao/Cap Go Meh merupakan kelanjutan dari perayaan Tahun Baru Imlek, yang dirayakan oleh Umat Tri Dharma Kota Manado – Sulut, yakni Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tiong Tan Lie Goan Swee (TTLGS) Liwas, Sasana Bhakti Paal IV, Hian Thian Siang Tee (HTST) Buha, Kwan Seng Ta Tee (KSTT), dan Ban Hin Kiong (BHK).

Perayaan Goan Siao/Cap Goh Meh menurut perhitungannya jatuh pada hari ke-15 sesudah Tahun Baru Imlek. Goan Siao, artinya Proses Turunnya Duta Allah yang lazim disebut dengan istilah Sin atau Toa Pe Kong. Sedangkan Cap Go Meh diangkat dari bahasa Hokkian/Hokkien yang artinya Bulan Penuh Pertama dalam tahun baru Imlek.

Mengawali perayaan Goan Siao/Cap Go Meh, maka pertama-tama dilakukan permohonan doa atau cie sin di depan 3 (tiga) altar dalam klenteng. Ketiga altar itu, masing-masing disebut Kong Tek Cung Ong (bagian kiri), Thian Siang Bo (bagian tengah/utama), dan  Hok Tek Cien Sien (bagian kanan).

Permohonan doa (cie sin) di pimpin oleh seorang rohaniwan yang disebut Ceng It. Dia bertugas memohon agar mendapatkan restu dan izin dari Tuhan Yang Maha Esa untuk melaksanakan prosesi Goan Siao/Cap Go Meh.

Guna mengetahui bahwa direstui dan diizinkan atau tidak pelaksanaan perayaan Goan Siao/Cap Goh Meh, adalah dengan melakukan lemparan atau Po Pwe sebagai mediator yang berupa 2 (dua) akar bambu besar yang seimbang beratnya.

Jika hasil lemparan (Po Pwe) yang satunya tertutup dan satunya terbuka, itu berarti diberikan kesempatan untuk bertanya lagi. Dan jika kedua-duanya terbuka, itu berarti harus di ulang lagi. Sangat rumit memang, tapi disinilah penentuannya jadi tidaknya pelaksanaan perayaan Goan Siao atau Cap Go Meh. (By : Rafans Manado, dari berbagai sumber),-

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s