Kendala Promosi Kuliner Nusantara Di Dunia

Ada tiga hal yang menjadi fokus para pakar kuliner Nusantara untuk mengembangkan promosi kuliner kita agar dapat bersaing dengan negara lain.

William Wongso – orang asal Manado, pakar kuliner Indonesia, mengemukakan pendapat mengenai kemajuan posisi kuliner Indonesia saat ini dalam sebuah bincang kuliner yang diadakan beberapa waktu lalu.

Cafe di Manado

Cafe di Manado

Dia berpendapat, geliat dari banyak pihak untuk mulai meningkatkan martabat kuliner asli dari negeri sendiri kian terlihat, di antaranya didukung oleh hadirnya era digital yang membuat berbagi informasi kian mudah.

Ditambah lagi, pemerintah mulai memberi dukungan, salah satunya melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif saat menterinya di periode lalu dijabat oleh Marie Elka Pangestu.

Namun perlu diakui, masih ada sejumlah hal yang seharusnya bisa lebih dimaksimalkan. William Wongso menyebutkan tiga alasan kuliner Indonesia sulit bersaing dengan kuliner khas negara lain.
Penyebab kurang maksimalnya kuliner khas Indonesia untuk menguasai lidah dunia, yakni:

  1. Istana Negara tidak menyajikan sajian khas nusantara untuk tamu para pemimpin dari negara sahabat. “Saya harus jujur, setiap ada tamu kenegaraan, misalnya presiden atau pemimpin negara sahabat, Istana Negara malah tidak menyuguhi sajian khas nusantara. Yang disajikan justru menu khas dari negara asal pemimpin negara tersebut. Padahal, sejatinya orang asing datang ke Indonesia pasti ingin mencoba makanan lokalnya, kan? Sayang sekali,” tutur William.
  2. Industri bahan baku asal Indonesia belum mampu bersaing dengan merek dari negara lain, misalnya Thailand dan Vietnam. Otomatis, ini juga menjadi alasan kuliner Indonesia sulit bersaing. “Harus diakui juga, masakan Indonesia memang belum berperan banyak dalam industri horeka (hotel restoran dan kafe) di dunia internasional. Di luar negeri, saya sampai kesulitan mencari santan instan atau kecap asli dari Indonesia, sementara merek dari Thailand begitu banyak pilihannya.”
  3. Faktor pendidikan di bidang kuliner pun menjadi alasan kuliner Indonesia sulit bersaing di kancah dunia. “Sekolah perhotelan setingkat SMK sebagian besar hanya mengajarkan menu-menu asing pada kurikulum utamanya. Setelah mereka menguasai menu asing, barulah diajarkan menu atau masakan khas Indonesia. Tapi sayang, pengajarnya tidak ada.”

Tiga hal itulah yang menjadi perhatian William, yang menjadi alasan kuliner Indonesia sulit bersaing dengan masakan khas dari negara lain, terutama Thailand, untuk dikenal dan populer di mancanegara.

Sehingga dia berharap pemerintah yang baru sekarang ini juga bisa lebih mendukung geliat banyak pihak dalam meningkatkan martabat kuliner nusantara di mata dunia. (Intan Y. Septiani, via tribunnews.com) – (Editor : Rafans Manado),-

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s