Atraksi Pariwisata Kota Manado

Atraksi Pariwisata Kota Manado, berupa :

Amenities (Kenikmatan) Alam Kota Manado

1. Atraksi Alam, terdiri dari :

  • Kepulauan : Kota Manado mempunyai 3 (tiga) wilayah pulau yang berpenghuni, yaitu pulau Manado Tua, pulau Bunaken, dan pulau Siladen. Luas dan panjang garis pantai dari masing-masing pulau tersebut, yakni pulau Manado Tua luasnya 1.028, 27 hektar dengan garis pantai 12.174 meter, pulau Bunaken luasnya 804, 56 hektar dengan garis pantai 17.079 meter, dan pulau Siladen luasnya 49,48 hektar dengan garis pantai 2,928 meter. Ketiga pulau tersebut memiliki taman laut yang sudah terkenal didunia dengan kekayaan alamnya dan keindahan kehidupan di bawah laut disertai flora dan fauna khas dan bervariasi.
  • Laut : Perairan laut Kota Manado kaya dengan habitat mangrove, padang lamun, dan terumbu karang sebagai tempat hunian berbagai jenis vertebrata dan invertebrata laut juga biota laut lainnya yang dihuni oleh beraneka macam ikan yang jumlahnya mencapai lebih dari 2.000 jenis, seperti jenis ikan napoleon dan jenis ikan purba yaitu ikan raja laut (coellacanth).
  • Flora Dan Fauna : Wilayah Kota Manado khususnya di daerah dataran tinggi sekitar 100 s/d 500 m, ditumbuhi tanaman kelapa, bambu, mangga hutan, pandan hutan, woka hutan, lengkuas hutan, kayu sirih, tagalolo, kayu kambing, dan semak alang-alang. Jenis tumbuhan pohon palma, pohon sagu, pohon silar, bunga-bungaan, umbi-umbian, dan rumput-rumputan banyak terdapat di daerah dataran rendah. Dunia binatang terdiri dari hewan piaraan, seperti anjing, babi, kambing, ayam, bebek, dan jenis unggas lainnya. Sedangkan hewan liar, seperti ular patola, yaki (kera hitam), kuskus, soa-soa, burung hantu, burung elang tikus, burung kowak-kowak, dan berbagai jenis burung lainnya serta aneka serangga dan kelelawar banyak terdapat di daerah dataran tinggi dan daerah kepulauan.
  • Sungai : Dari wilayah pegunungan Kota Manado mengalir 5 (lima) sungai yang cukup besar melintasi dataran rendah dan bermuara di teluk Manado, yaitu sungai Tondano, sungai Tikala, sungai Bailang, sungai Sario, dan sungai Malalayang.
  • Hutan : Hutan di Kota Manado terdiri dari hutan lindung yang terdapat di puncak gunung Tumpa dan puncak gunung pulau Manado Tua yang berfungsi sebagai pensuplai air bagi penduduk serta sebagai penyangga dari kemungkinan meluasnya daerah kritis dan menjaga kelestarian Taman Laut Bunaken. Hutan mangrove terdapat di daerah pantai Molas, pulau Manado Tua, pulau Bunaken, dan pulau Siladen sebagai ekosistem pesisir yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan hidup berbagai biota laut.
  • Bentang Alam : Keadaan alam wilayah Kota Manado, yaitu morfologi pedataran kemiringan lereng 0-5% menempati daerah pantai dan muara sungai, ketinggian antara 0-25 m di atas permukaan laut. Lebar dataran dari sekitar 10 m hingga 2.500 m dari garis pantai ke arah daratan. Morfologi perbukitan bergelombang, kemiringan lereng berkisar 5-15 %, dibeberapa tempat > 30 % ketinggian antara 0-200 m di atas permukaan laut mengisi pantai belakang. Morfologi perbukitan terjal, kemiringan lereng antara 15-70 % hingga lebih dari 70 %, ketinggian berkisar 0-1.500 m di atas permukaan laut.
  • Iklim : Kota Manado memiliki musim penghujan dan musim kemarau dengan banyak cahaya matahari disertai tiupan angin yang sepai-sepoi serta hawa yang sejuk. Pada bulan oktober hingga bulan maret tahun berikutnya merupakan musim penghujan. Sedangkan musim kemarau mulai bulan april hingga bulan september. Suhu udara pada musim dingin mencapai 30° c dan pada musim panas mencapai 32°c. Curah hujan mencapai 2.669 mm dengan perhitungan curah hujan rata-rata satu hari mencapai 16.475 mm. Keadaan angin dipengaruhi oleh angin muson sehingga tergolong beriklim tropis dengan suhu rata-rata antara 22,5 s/d 30°c pada bulan nopember, desember sampai bulan april yang merupakan bulan basah dengan bertiup angin barat yang kering sehingga pantai Manado bergelombang. Pada bulan mei sampai oktober bertiup angin dari arah selatan dan tenggara. Pada pagi hari matahari selalu memancarkan panorama sunrise dan panorama sunset di sore hari. Sedangkan pada malam hari, ketika saatnya tiba, langit senantiasa diterangi oleh cahaya bulan purnama dikelilingi cahaya bintang bertaburan.

2. Atraksi Seni Budaya, berupa :

  • Seni Musik : Terdiri dari seni suara (lagu) dan seni alat musik (musik instrumentalia). Alat musik(musik instrumentalia), yaitu : Musik kolintang dan musik bambu seng-klarinet (etnis Minahasa); serta musik bambu melulu, musik bia, dan musik oli (etnis Satal).
  • Seni suara (lagu) : Lagu-lagu daerah dari Etnis Minahasa, Etnis Sangihe dan Talaud, dan Etnis Bolaang Mongondouw.
  • Seni Tari :Etnis Minahasa, antara lain tari maengket, mahamba Bantik, cakalele, kabasaran, dan tari kreasi baru seperti tari jajar (pergaulan), tari tumetenden (cerita rakyat tentang tujuh bidadari), tari lenso (percintaan), dan memetik cengkeh; Etnis Satal, antara lain  tari salo, gunde, bengkok, upase, alabadiri, dan tari kreasi baru seperti tari kakalumpang, madunde, empat wayer, dan toumatiti; dan Etnis Bolmong, antara lain tari kabela, kalibombang, dan tayok.
  • Seni Rupa :Terdiri dari seni lukis, seni pahat, seni ukir, dan seni anyam-anyaman dimana sangat terkait erat dengan kerajinan tangan rakyat.

3. Atraksi Event, berupa :

  • Festival Figura Manado : Sebagai kesenian rakyat, figura berasal dari Bahasa Latin yaitu Figur atau sosok. Figura telah muncul beberapa ratus tahun lalu dijazirah pesisir Teluk Manado. Ditilik dari perjalannya figura merupakan seni budaya yang diadopsi dari Kesenian Yunani Klasik. Seni ini lebih dekat dengan seni pantomim atau seni menirukan laku atau watak dari sesorang tokoh yang dikenal atau diciptakan. Kesenian ini dibawa oleh pelaut Spanyol (conquistadores) yang singgah dan tinggal disekitar pelabuhan Teluk Manado. Figura merupakan kesenian yang dapat menghadirkan dramaturgi pendek terhadap sosok atau perilaku tokoh-tokoh yang dianggap berperan dalam mengisi tradisi baik buruk sosok dan watak manusia. Festival Figura Manado oleh masyarakat Kota Manado diselenggarakan dalam rangka pesta kunci taong (tahun) atau minggu terakhir bulan Januari setiap tahun dan dilombakan dengan sajian figur dalam rangkaian cerita berupa komedi atau targedi melalui dioalog ataupun pantomim. Tempat pelaksanaannya di sepanjang jalan Boulevard Manado.
  • Festival Pante Manado Dan Manado Expo : Festival Pante Manado Dan Manado Expo diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan Kota Manado bekerjasama dengan Usaha Industri Pariwisata Kota Manado dalam rangkaian memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Manado pada bulan Juli setiap tahun. Festival Pante Manado Dan Manado Expo merupakan sarana pemasaran dan promosi produk unggulan daerah Kota Manado serta informasi pembangunan daerah Kota Manado, seperti pariwisata, industri, perdagangan, koperasi dan UKM serta peluang investasi; dengan kegiatan, yakni atraksi dan hiburan pariwisata, pameran dagang, aneka lomba dan pertandingan, aneka games, forum bisnis, dan seminar.
  • Pemilihan Nyong Dan Nona Manado : Pemilihan Nyong Dan Nona Manado dilaksanakan dalam upaya mencari duta-duta pariwisata Kota Manado yang nantinya akan mempromosikan potensi pariwisata Kota Manado baik didalam negeri maupun luar negeri. Kegiatan ini digelar sebagai bagian dari kegiatan Festival Pante Manado dan Manado Expo dalam rangkaian memperingati HUT Kota Manado pada bulan Juli setiap tahun.
  • Upacara Adat :
  1. Mekiwuka : Atau upacara adat memasuki tahun baru, biasanya disebut Kunci Taong/Buka Taong, yakni permohonan kepada Tuhan agar dibukakan jalan untuk memperoleh banyak berkat dalam menjalani tahun yang baru. Upacara Adat ini, semula berkembang dilingkungan komunitas orang Minahasa dan Borgo, biasanya dirangkaikan dengan  atraksi budaya yang disebut cakaiba/sakaiba/figura (sejenis teater rakyat) dan digelar pada minggu ke empat bulan Januari setiap tahun;
  2. Maramba : Orang Manado menyebutnya, Nae Rumah Baru, yakni upacara peresmian rumah/gedung baru. Upacara adat Maramba ini, berkembang dari komunitas orang Minahasa;
  3. Pengucapan Syukur : Dulu dikenal dengan Makamberu / Maowey Kamberu di kalangan orang Minahasa, yakni upacara syukur atas panen padi baru. Di lingkungan orang Manado, upacara adat ini telah berkembang menjadi pesta pengucapan syukur, sebagai bagian dari upacara keagamaan di kalangan umat kristiani;
  4. Tulude : Atau upacara syukur memasuki tahun baru yang disimbolkan dengan pemotongan kue “tamo”, dan dirangkaikan dengan atraksi budaya seperti pertunjukan tari gunde, tari alabadiri, masamper, dan ampawayer. Upacara adat ini berkembang di lingkungan orang Sangihe dan Talaud di Manado dan biasa digelar pada tanggal 31 Januari setiap tahun.
  5. Toa Pe Kong : Sebagai bagian dari upacara agama Kong Futsu, yang berkembang di kalangan orang Cina yang biasa digelar pada bulan Pebruari setiap tahun.
  • Peristiwa Khusus :
  1. Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Manado : Pada bulan Juli setiap tahun, Pemerintah dan masyarakat Kota Manado memperingati HUT Kota Manado. Kegiatan memperingati HUT Kota Manado, meliputi Kesenian, yaitu lomba koor antar Dinas dilingkungan Pemerintah Kota Manado dan pesta rakyat; Olah Raga, yaitu pertandingan beberapa cabang olah raga antar Dinas dilingkungan Pemerintah Kota Manado; Event, yaitu Festival Pante Manado Dan Manado Expo, Pemilihan Nyong dan Nona Manado, Upacara bendera, dan Sidang Pleno Istimewa DPRD Kota Manado; juga dimeriahkan dengan pemasangan umbul-umbul dan pembuatan gapura-gapura diseluruh wilayah Kota Manado. Disamping itu beberapa kelompok masyarakat serta perusahaan  swasta Kota Manado menggelar berbagai pertandingan, lomba, kontes dan kegiatan serupa secara spontan guna memeriahkan HUT Kota Manado;
  2. Bulan Kemerdekaan RI : Bulan Agustus adalah bulan kemerdekaan bagi bangsa Indonesia termasuk masyarakat Kota Manado, karena pada bulan ini tepatnya pada tanggal 17 Agustus 1945 dikumandangkan Proklamsi Kemerdekaan Republik Indonesia. Setiap tahun pemerintah dan masyarakat Kota Manado memperingati hari kemerdekaan dengan berbagai bentuk kegiatan, antara lain pertandingan, lomba-lomba seperti panjat pinang dan pesta rakyat . Diseluruh wilayah Kota Manado dihiasi bendera Merah Putih yakni Bendera kebangsaan RI, Umbul-umbul warna-warni, spanduk-spanduk berslogan, gapura-gapura serta pemasangan lampu hias. Semuanya itu menambah semarak dan memperindah Kota Manado disamping merupakan suatu pernyataan ungkapan persatuan dan kesatuan serta wujud semangat dan rasa patriotik dalam konsep ’Torang Samua Basudara Kong Baku-Baku Bae’.
  3. Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Utara : Pada bulan September setiap tahun, Pemerintah dan masyarakat Provinsi Sulawesi Utara memperingati HUT Provinsi Sulawesi Utara. Kegiatan memperingati HUT Provinsi Sulawesi Utara, antara lain upacara bendera, pameran pembangunan, festival bunaken dan north sulawesi expo termasuk karnaval budaya, seni dan olah raga, dan lain-lain. (Oleh : Rafans Manado),-

Silahkan Tinggalkan Komentar Anda Disini :

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s